--------------------------------------------

--------------------------------------------


Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Minggu, 09 Oktober 2016

Kajian Hadist Arbain DKM AL IKHLAS - Penting Niat dalam Beribadah

PENTINGNYA NIAT DALAM BERIBADAH (LIPUTAN PENGAJIAN DKM AL IKHLAS) 

DKM Al-Ikhlas  menghadirkan kembali acara pengajian bulanan dengan menghadirkan ustadz Prayitno, dari Dewan Masjid Indonesia wilayah Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Pengajian ini dilaksanakan pada hari Sabtu malam lalu (8/10).

Ust Prayitno (Dewan Masjid Indonesia, wilayah Tajur Halang)
Pengajian kali ini menyajikan kajian Hadits Arbain ( Kitab Ad-Durratus Syarah Al Arba’in An-Nawawiyah), karangan Imam Nawawi (semoga Allah meridhai beliau). Pengajian dibuka dengan tawassul untuk Nabi Muhammad saw, dan untuk Imam Nawawi pengarang kitab Hadits Arbain An Nawawi ini, agar ilmu yang kita pelajari ini akan membawa keberkahan.

Arbain Nawawi atau Al-Arba'in merupakan kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi. Arba'in berarti empat puluh namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam kitab ini. Kitab ini bersama dengan Kitab Riyadhus Shalihin dianggap sebagai karya Imam Nawawi yang paling terkenal dan diterima umat muslim di seluruh dunia. Kitab ini menjadi favorit di kalangan santri untuk memulai menghafal hadits-hadits Nabi sebelum beralih ke kitab-kitab yang lebih besar.
Al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi, atau lebih dikenal sebagai Imam Nawawi, adalah salah seorang ulama besar mazhab Syafi'i. Ia lahir di desa Nawa, dekat kota Damaskus, pada tahun 631 H dan wafat pada tahun 24 Rajab 676 H. Kedua tempat tersebut kemudian menjadi nisbat nama dia, an-Nawawi ad-Dimasyqi. Ia adalah seorang pemikir muslim di bidang fiqih dan hadits. (Wikipedia).
Kajian Hadist 1 : Tentang Niat.


Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. 

 “Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa. Famankana Hijratuhu illallah Wa Rasulihi Fahijratuhu Illallah Wa Rasulihi. Wa Mankanat Hijratuhu liddunya Yushibuha Au Imraatu Yankikhuha Fahijratuhu Ila ma Hajara Ilaihi”

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang). Dari sabda Rasulullah saw di atas, ust Prayitno mengingatkan pentingnya niat kita sebelum beramal.

Karena jika ada niat selain mencari ridha Allah swt, maka bisa timbul yang namanya syirik kecil. syirik kecil itu ada karena ada motivasi lain selain Allah SWT. Yang dimaksud dengan syirik kecil itu adalah dosa yang akan menghapus amalan yang dilakukannya itu, tanpa menghapus amalan yang lainnya. Misalkan kita akan sholat, tetapi niat hati kita sholat untuk mendapat pujian dari tetangga kita, maka otomatis amalan sholat kita itu akan terhapus, dan kita hanya mendapat pujian dari tetangga, seperti niat kita aslinya.

Ustadz Prayitno juga menambahkan jika ada syirik kecil maka tentu ada syirik Besar. Yang dimaksud syirik besar adalah perbuatan yang menduakan atau menyekutukan Allah swt, dan ini dosanya tentu termasuk dosa besar dan hanya dengan taubatan nasuha bisa terampuni. Naudzubillahi min-dzalik.

Selanjutnya, ust Prayitno menjelaskan, bahwa dalam beramal haruslah ikhlas, yang dilandasi niat yang benar karena Allah semata. Ada tahapan ikhlas, yaitu (1) Ikhlas sebelum melakukan amal ibadah (2) Ikhlas pada saat melakukan amal ibadah dan (3) Ikhlas setelah melakukan amal ibadah.

Kadangkala kita sebelum beramal itu sudah mempunyai niat atau motivasi lain, maka ini juga mengurangi keikhlasan. Dan kadang kala juga pada saat kita sedang beramal-ibadah itu, terbersit niatan lain selain karena Allah swt dan setelah beramal pun, terkadang hati kita tergoda bisikan syetan untuk pamer atau riya kepada orang lain.

Berkaitan dengan hal Riya’, ustadz Prayitno mengingatkan bahwa Riya ini adalah perusak amal ibadah kita. Karena itu ada 2 syarat diterimanya amal kita :
1. Niat yang Ikhlas karena Allah swt semata,
2. Ittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah saw atau sesuai Syariat.

Orang yang Ikhlas, itu ibarat seorang petani yang bercocok tanam di sawah atau ladang. Ketika dia menanam padi, maka akan muncul rumput dan hama, dan sang petani pun tetap terus merawat padi dan menyiangi rumput serta hama-hama yang muncul. Menanam padi, pasti akan muncul rumput/hama, tetapi menanam rumput atau hama tidaklah mungkin akan muncul padi. Artinya, seorang yang beramal ibadah pasti akan digoda oleh bisikan untuk riya atau pamer dan sebagainya, tetapi seorang yang berniat dengan kuat karena Allah swt, tidak akan terpengaruh dengan pujian atau cemoohan. Ada atau tidak ada pujian/cemoohan, dia tetap beramal ibadah.

Jadi berhati-hatilah. Jagalah selalu niat kita, demikian ustadz Prayitno berpesan kepada jamaah di musholla Al Ikhlas. Jangan sampai amal-amal kita menjadi tidak bernilai, seperti yang dicontohkan dalam al Quran :

 وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً -٢٣- 

“Dan Kami akan Perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan Jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqon 23).

Shodaqollahu al-adzim.
Wallahu-a'lam.
Lanjut Baca ...

Mencermati Pilkada DKI Jakarta

Oleh : Haris Semiawan (Pemerhati Masalah Sosial dan Politik) 

Warga Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan pesta demokrasi berupa pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Pilkada DKI Jakarta merupakan barometer secara nasional, karena secara politis pusat pemerintahan berada di ibukota, yakni Jakarta. Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang nanti akan diikuti oleh kurang lebih 7,4 juta jiwa orang pemilih itu akan memilih pemimpin DKI Jakarta lima tahun kedepan. Kita semua tahu bahwa yang sudah mendaftar ke KPUD ada tiga bakal pasangan calon, yakni : 1. Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat yang diusung oleh PDI-P, Golkar, Nasdem dan Hanura, 2. Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni (yang diusung oleh Demokrat, PPP dan PAN, 3. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Ketiga bakal pasangan calon tersebut harus sabar menunggu hasil penetapan KPUD tanggal 24 Oktober nanti, siapa yang akan maju mengikuti Pilkada DKI Jakarta tahun depan. 

Politik dan Parpol 

Inilah uniknya politik, segala sesuatu tidak bisa ditebak secara pasti, sebentar jadi kawan dan sebentar pula berseberangan jalan. Tentu kita masih ingat bagaimana sang petahana, yakni Ahok, panggilan akrab dari Basuki Tjahaja Purnama, dulu merupakan kader Gerinda, dan Gerindalah yang mengusung Ahok menjadi Wakil Gubernur mendampingi Jokowi pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu. Kemudian, Ahok mengundurkan diri dari parpol Gerindra pada 2014 lalu. Selanjutnya, Ahok ingin mengikuti Pilkada melalui jalur independen atau perorangan dan tanpa diusung oleh parpol, dibentuklah “Teman Ahok”. Sampai sampai ada gerakan pengumpulan KTP, dan sudah terkumpul sebanyak1 juta KTP. Lagi-lagi, akhirnya Ahok memilih untuk diusung oleh kendaraan politik yang bernama Parpol. 

PDI Perjuangan sebagai partai politik yang besar, dengan 28 kursi dari 106 kursi DPRD DKI Jakarta, semestinya bisa mengusung sendiri paket pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Kita tahu ada kader PDI-P yakni Walikota Surabaya yang populer, ibu Risma yang digadang-gadang sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI-P dan diprediksi akan menjadi saingan berat Ahok, namun tidak dilakukan oleh Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini. Dan dipenghujung akhirnya PDI-P mendukung pasangan petahana, Ahok-Djarot. 

Tidak semua garis kebijakan partai selalu diaminin oleh para kadernya. Dalam usung mengusung calon, ada kader yang membelot dari keputusan partai. Beberapa kader itu seperti Boy Sadikin (Mantan Ketua DPD PDI-P Jakarta) memilih mundur dari partai dan lebih mendukung pasangan Anis-Sandiaga Uno. Selain Boy, Ruhut Sitompul dan Hayono Isman dari Demokrat, mereka lebih mendukung Ahok-Djarot daripada Agus-Sylviana calon dari Demokrat. Begitu pula tiga kader Hanura yang lebih dulu dipecat karena menolak untuk mendukung Ahok-Djarot. Begitulah Pilkada kali ini telah menimbulkan riak-riak kesolidan didalam tubuh partai politik. 

Pilkada dan Jumlah Putaran 

Pesta demokrasi warga DKI Jakarta bulan Februari 2017 mendatang, kelihatannya akan semakin seru, karena setiap pasangan calon dengan mesin partai politiknya akan berjuang keras untuk mendapatkan suara dari seluruh elemen masyarakat. Meski belum masuk jadwal kampanye, karena sesuai tahapan Pilkada DKI Jakarta, kampanye akan dimulai 28 Oktober sampai dengan 11 Februari 2017, namun kita lihat di televisi, semua calon sudah mulai menunjukkan eksistensinya melalui beberapa kegiatan yang dikemas untuk merebut hati masyarakat. Atau kita cermati di media sosial, sudah banyak postingan yang sudah mengarah kearah “kampanye”. Dan itu masih bisa ditolerir oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, karena berdasarkan peraturan perundangan, yang disebut kampanye adalah pasangan calon atau tim pendukung secara jelas mengajak untuk memilih pasangan calon serta menjabarkan visi dan misi dari pasangan calon. Kelemahan UU Pilkada tersebut, menjadi senjata bagi semua pasangan calon untuk melakukan kegiatan “kampanye terselubung” dan mencuri start guna menarik publik. 

Dari ketiga bakal pasangan calon tersebut, akan bersaing untuk mendapatkan suara. Dan beberapa kalangan Lembaga Survai memprediksi bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran. Hal itu disebabkan, setiap pasangan calon bahkan pasangan calon sekuat Ahok-Djarot saja akan susah menang mutlak dan bisa menembus jumlah 50%+1 dari total pemilih, yakni sesuai dengan UU Nomor 29 Tahun 2007. Apalagi saat-saat ini seperti yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bulan oktober baru-baru ini. Elektabilitas Ahok menurun dari 59,3% (Maret 2016) menjadi 31,1% (Oktober 2016). Jika keadaan ini terus berlangsung sampai menjelang tahapan kampanye Pilkada, maka dipastikan warga DKI Jakarta akan melakukan pemilihan pemimpinnya dengan dua putaran. Dan tentunya pesta demokrasi itu menjadi sangat mahal harganya, karena anggaran Pilkada 2012 saja mencapai 220 Milyar, untuk tahun 2017 ini KPUD menganggarkan biaya Pilkada 478 Milyar rupiah, termasuk jika Pilkada harus dua putaran. 

Apapun keadaanya, sebagai warga yang baik dan mendambakan proses demokrasi yang berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, maka disarankan bagi pemilih untuk mengikuti setiap tahapan Pilkada DKI Jakarta dengan lebih arif dan bijak. Jangan terpancing dengan segala macam black campaign, apalagi yang menyangkut isu SARA yang akan merusak tatanan kehidupan dan keharmonisan pertemanan ataupun persaudaraan. Dan bagi yang bekerja di birokrasi atau PNS, tetap junjung tinggi netralitas. Meski kita tahu, tidaklah mudah bagi birokrat/PNS bersikap netral, karena “sesuatu hal”. Jadilah bagian sebagai pemilih yang cerdas, yakni memilih dengan berlandaskan kekuatan dan keyakinan hati. Kita percaya, bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Maka janganlah Golput, karena satu suara anda akan mempunyai pengaruh bagi Provinsi DKI Jakarta lima tahun mendatang. (hrs)
Lanjut Baca ...

PUTRI CAKES & COOKIES : Dari Hobi Menjadi Usaha Rumahan

Adalah Herni Suryani, wanita kelahiran tahun 77 ini semula mengaku hobinya adalah membuat kue sejak duduk di Sekolah Menengah Atas. Waktu sekolah, Herni kerap membantu orang tuanya membuat donat, pastel dan panada untuk dijual di toko sebelah rumahnya dibilangan Jakarta Timur. Bermula sering mendapatkan orderan dari teman-teman suaminya, berupa black forest, kue tart ulang tahun, bolu minyak coklat dan lain-lain, mulailah Herni serius untuk mengembangkan usaha rumahan yang berlabelkan “Putri Cookies”. 

Nama label itu diambil dari panggilan anaknya yang semata wayang. “Saya masih kecil-kecilan usahanya buat sampingan” aku Ibu kelahiran Jakarta ini saat ditemui dikediamannya Sabtu (8/10). Menurutnya, Setiap even lebaran, dirinya selalu dagang kue kering, yakni Nastar, Putri salju, Kue kacang mede, Kastangel dan Kue sagu keju. Lebih lanjut, Herni menceritakan, sejak tiga tahun lalu, dia membuat dan berjualan kue lebaran. “Ditahun 2014, 250 toples, 2015 laku 500 toples dan di tahun 2016 lebaran kemarin, alhamdulillah mencapai 1000 toples” ujar Herni. 
 
Mengenai tenaga kerja, Herni mengatakan bahwa proses pembuatan kue dibantu oleh ibu dan bibinya. Menurutnya dengan menggunakan tenaga yang masih tergolong ibu dan saudara bertujuan lebih mudah mengaturnya serta bisa memberikan uang THR yang lebih pada orang terdekatnya. Ditanya soal harga, Herni mengaku mematok harga yang kompetitif dan tidak terlalu mahal, Nastar dan Kastangel harganya 70 ribu rupiah, sedangkan Putri salju, Sagu keju dan Kacang mede dipatok harga 60 ribu rupiah. “Masih lebih murah dari harga kue yang ada di toko kue atau yang ada diswalayan Mall” gurau Herni. Saat ini Herni mulai mengembangkan pembuatan cake, dan ada saja permintaan pesanan, yaitu Bolu minyak coklat, Puding brownis, Cheese cake dan Black Forest. 
 
Dan bagi pembaca yang ingin order dan pesan, silahkan hubungi : Putri Cakes & Cookies/Herni Suryani dengan wa/telp : 0812-83043065 (hrs)
Lanjut Baca ...

Kamis, 06 Oktober 2016

MEMBUAT PUDING BROWNIS YANG LEMBUT

Oleh : HERNI SURYANI 

Kali ini kita akan membuat PUDING BROWNIS yang lembut dan enak. 

Bahan-bahan : 

1. Susu cair coklat 1000 ml 
2. Kuning Telor 2 butir 
3. Gula pasir 6 sendok makan 
4. Roti tawar 5 lembar 
5. Coklat Bubuk 2 sendok makan 
6. Coklat Batang 125 gram (1/2 batang) 

Cara Membuatnya : 

1. Ambil roti tawar yang sudah disobek sobek dan masukkan kedalam blender 
2. Kemudian masukkan bahan diatas kedalam blender, dan blender hingga merata 
3. Tuang bahan yang sudah diblender kedalam panci, masak hingga mengental 
4. Selama memasak, aduk terus agar tidak gosong 
5. Setelah mengental, maka tuang adonan kedalam loyang atau cetakan 
6. Biarkan adonan sampai dingin, lalu masukkan kedalam lemari es 
7. Puding siap disajikan, bisa ditambah fla atau whipcream diatasnya 

SEMOGA BERMANFAAT, SELAMAT MENCOBA 
Lanjut Baca ...

Selasa, 04 Oktober 2016

Dimas Kanjeng dan Fenomena Masyarakat Indonesia


Geger kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi mendapatkan perhatian publik secara nasional. Hampir setiap hari setiap stasiun TV menyiarkan dan mengungkap tabir masalah yang menimpa pria berusia 46 tahun di desa Wangkal, Probolinggo, Jawa Timur. Sangkaan yang dituduhkan adalah pembunuhan berencana kepada dua pengikutnya, yakni Abdul Ghani dan Hidayah Ismail. Dan yang lebih menghebohkan yakni aksi pengadaan uang atau penggandaan uang dengan kedok “sholawat fulus”. 

Aksi Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebagai pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng dalam mengeluarkan uang dari tangannya ini bisa ditonton di youtube. Didepan pengikutnya, pria yang memiliki tiga orang istri ini mempratekkan teknis pengadaan uang, hingga uang bertaburan dilantai. Kemampuan ini membuat orang mudah percaya akan “kesaktiannya”, tidak hanya dari golongan menengah kebawah, dari golongan atas serta berpendidikan juga ikut percaya, salah satunya tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang Lulusan The American University, Washington DC, Amerika Serikat (AS), Marwah Daud Ibrahim. Mantan anggota DPR itu dan juga sebagai ketua yayasan Pedepokan Dimas Kanjeng masih saja membela akan kemampuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi seperti yang kita lihat wawancara beberapa stasiun televisi. “Dimas Kanjeng itu bukan penggandaan uang, melainkan pengadaan uang, kalau ganda itu nomer serinya sama. Dan saya butuh waktu satu tahun untuk mempercayai hal ini” bela Marwah Daud saat diwawancara TV beberapa hari setelah Dimas Kanjeng digelandang di Polda Jatim tanggal 22 September lalu. 

Tergiur dengan aksi penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pengikut padepokan semakin banyak, ada PNS, TNI/Polri, Petani, Guru, tokoh agama dan dari kalangan akademisi. Mereka semua percaya akan kemampuan supranatural sang Dimas Kanjeng. Ribuan pengikut ini rela menyerahkan uang melalui koordinator yang ditunjuk oleh Dimas Kanjeng, dengan setoran yang bervariasi mulai dari puluhan juta sampai milyaran. Heboh Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini menjadi perhatian banyak kalangan mulai dari DPR sampai tokoh tokoh agama melalui organisasi NU dan MUI, karena uang yang mungkin dihimpun mencapai ratusan milyar. 

Fenomena Masyarakat Indonesia 
 
Dimas Kanjeng Taat Pribadi membuat sejenak kita berpikir karena fenomenal dan melibatkan masyarakat banyak. Sebuah tanda, bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak bisa berpikir realistis dan sangat percaya dengan hal yang berbau mistik meski diselimuti dengan kedok agama. Masih banyak orang yang senang dan mudah terbuai dengan uang instan, tanpa harus bersusah payah. Sebuah portet buram kehidupan nyata masyarakat Indonesia yang sudah hilang daya nalar dan berpikir kritis. 

Selain faktor ekonomi yang mengakibatkan banyaknya masyarakat untuk bisa mengatasinya dengan cara instan, juga disebabkan sifat manusia yang tamak dan serakah, masih merasa kurang dalam mensyukuri nikmat Allah yang sudah diberikan. Sudah kaya masih saja ingin bertambah kaya dengan cara yang cepat, makanya mereka tidak ragu untuk menyetor uang jutaan sampai milyaran ke padepokan. 

Sementara pendekatan agama belumlah menyentuh secara utuh dan menyeluruh di sendi-sendi masyarakat Indonesia. Agama hanyalah bentuk formalitas belaka, yang belum terserap dihati masing-masing individu. Degradasi moral dan irasional inilah adalah bentuk nyata kehidupan masyarakat kita yang secara bersama-sama harus dibenahi dan diperbaiki. Seruan moral Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) merupakan ajakan yang perlu untuk kita dengung-dengungkan kepada semua masyarakat :

Pertama, PBNU tidak membenarkan penggunaan kelebihan untuk berbagai macam kegiatan yang tidak dibenarkan agama. PBNU mengingatkan, semua kelebihan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada mahluk, bertujuan untuk kebaikan dan menolong sesama.

Kedua, mengajak umat berpikir secara realistis kalau pada hakikatnya, rezeki yang min haitsu la yahtasib merupakan keberkahan yang dihasilkan lewat usaha. Maka itu, PBNU menegaskan manusia tidak boleh bermalasan dan berpangku tangan menghendaki rezeki yang datang tiba-tiba.

Ketiga, mendesak pemerintah mempertimbangkan sekaligus memberikan bantuan dalam bentuk upaya-upaya menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban. PBNU menilai, uang investasi harus dikembalikan kepada mereka yang berhak.

Keempat, meminta aparat Kepolisian dan terkait mengusut secara cepat dan tuntas akar masalah dan persoalan yang terjadi, mengingat kejadian sudah cukup lama. PBNU merasa, kesigapan aparat sangat dibutuhkan untuk menjamin rasa aman masyarakat.

Kelima, mengimbau masyarakat yang sudah terlibat kegiatan seperti itu untuk segera menarik diri, kembali menjadi manusia yang memiliki harapan dan masa depan. PBNU menekankan, itu bisa diawali melalui kegiatan yang pasti, realistis, dan terukur sesuai kaidah agama. (hrs)
Lanjut Baca ...

Minggu, 02 Oktober 2016

Latih Tanding Tim Bulutangkis Palem Asri


Tim bulutangkis Palem Asri mencoba menguji kemampuannya untuk berlatih tanding dengan pihak luar. Tim yang baru dibentuk PB (Persatuan Bulutangkis) Palem Asri seminggu yang lalu itu memberanikan diri untuk tampil diluar kandang. Kali ini PB Palem Asri menjadi tamu latih tanding dengan PB Mulia di GOR Perumahan Departemen Agama, Pabuaran, Bojong Gede, Sabtu siang (1/10). Para pemain PB Palem Asri yang dikomandoi oleh Sutarlan ini terdiri dari Tohidin, Agus Mulya, Andi Joe, Dana, Ade Rahmat, Haris, Roni Rosadi serta dibantu pemain dari luar Palem Asri, Irwan Hidayat, H. Totok dan Andri Swaputra. 

Dalam sambutan penerimaan, tuan rumah PB Mulia melalui koordinatornya Sumiliah menyatakan, bahwa ini bukanlah pertandingan antar pemain Palem dan Pabuaran, melainkan ini sebagai wahana silaturahmi dan latihan bersama diantara kedua tim. Lebih lanjut dijelaskan ibu dua orang anak ini, bahwa PB Mulia sangat senang sekali mendapatkan kunjungan untuk berlatih bersama. “Kami juga sudah sediakan konsumsi bapak-bapak berupa kacang hijau dan lemper untuk tamu dari Palem Asri” ujar Sumiliah. 

Tepat jam 11 siang latih tandingpun dimulai, dan selesai pada pukul 13.30 WIB. PB Palem Asri menurunkun 8 ganda, yaitu : 1. Sutarlan & Tohidin, 2. Roni & Andri, 3. H.Totok & Andi Joe, 4. Haris & Irwan Hidayat, 5. Dana & Ade Rahmat, 6. Sutarlan & Agus Mulya, 7. Irwan Hidayat & H.Totok, 8. Tohidin & Andri. Dari delapan ganda tersebut kesemuanya dapat dikalahkan dengan mudah oleh PB Mulia. Menurut Sutarlan kekalahan tersebut dikarenakan PB Mulia jauh lebih unggul baik itu secara teknis maupun fisik. “ Ini mah bukan lawan kita, mereka jauh tingkatannya diatas kita, buktinya kita dibuat bulan-bulanan” seloroh Agus Mulya saat setelah bertanding. Ganda terkuat PB Palem Asri yakni Irwan Hidayat & H.Totok, Sutarlan & Tohidin, hanya mampu meraih poin 16 dan 17. Selebihnya, ganda Palem Asri mendapatkan poin dibawah 10. Meski kalah, namun pemain merasa senang dengan jamuan ramah dari PB Mulia, dan sebagai pembelajaran teknis dan cara bermain bulutangkis yang baik dari tim lawan. Latih tanding itu bermakna bahwa PB Palem Asri harus lebih meningkatkan diri dengan cara rajin berlatih dan tentunya dengan penuh semangat. (hrs)
Lanjut Baca ...
Redaksi Warga Palem Asri menerima tulisan, berita dan artikel dari para warga Palem Asri dan sekitar, silakan hubungi Facebook kami, click di link berikut FB Paguyuban Palem Asri

Designed By Paguyuban Warga Palem Asri